Apresiasi Polda Riau Tangani Karhutla, BADKO HMI Dorong Green Policing Berbasis Pencegahan

Riau105 Dilihat

Pekanbaru, BanuaMinang.co.id Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Riau-Kepri menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kepolisian Daerah Riau dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

 

Ketua Umum BADKO HMI Riau-Kepri, Wiriyanto Aswir, mengatakan penanganan karhutla merupakan persoalan serius yang menyangkut keselamatan masyarakat, kesehatan lingkungan, serta masa depan ekologis Riau. Karena itu, menurutnya, langkah penegakan hukum dan penanganan di lapangan perlu terus diperkuat dengan strategi pencegahan yang sistematis.

 

“Kami mengapresiasi Polda Riau yang terus menunjukkan komitmen dalam menangani persoalan karhutla. Namun, tantangan ke depan bukan hanya bagaimana memadamkan api, tetapi bagaimana memastikan api tidak kembali muncul. Di sinilah Green Policing harus diperkuat sebagai pendekatan berbasis pencegahan,” ujar Wiriyanto.

 

Menurut Wiriyanto, Green Policing tidak boleh berhenti sebagai slogan kelembagaan. Konsep tersebut harus diterjemahkan menjadi kerja nyata di lapangan, mulai dari deteksi dini, pemetaan wilayah rawan karhutla, patroli preventif, pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran, hingga penguatan edukasi dan partisipasi masyarakat.

 

BADKO HMI Riau-Kepri juga mendorong agar pendekatan Green Policing dibangun melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, mahasiswa, masyarakat, komunitas lingkungan, serta kelompok masyarakat di wilayah rawan karhutla.

 

“Karhutla tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kerja bersama dan sistem yang terintegrasi. Polisi memiliki peran penting dalam penegakan hukum dan pencegahan, sementara masyarakat dan dunia usaha juga harus mengambil tanggung jawab menjaga lingkungan,” katanya.

 

Wiriyanto menilai pemanfaatan data dan pemetaan titik rawan harus menjadi salah satu fondasi utama dalam pencegahan karhutla. Dengan data yang akurat, langkah patroli dan pencegahan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat.

 

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap korporasi maupun aktivitas usaha di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Menurutnya, dunia usaha harus menjadi bagian dari solusi dengan memastikan kegiatan ekonomi tidak mengorbankan keberlanjutan lingkungan.

 

“Kami ingin melihat Green Policing menjadi gerakan yang terasa manfaatnya sampai ke masyarakat. Bukan hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi hadir dalam bentuk pencegahan, pengawasan, edukasi dan tindakan nyata,” tegas Wiriyanto.

 

Sebagai organisasi mahasiswa, BADKO HMI Riau-Kepri menyatakan siap mengambil bagian dalam membangun kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pencegahan karhutla.

 

Namun demikian, BADKO HMI Riau-Kepri juga menegaskan bahwa dukungan terhadap aparat penegak hukum tetap berjalan bersama fungsi kontrol sosial mahasiswa.

 

“Kami mendukung setiap langkah aparat yang berpihak pada keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Dukungan ini bukan berarti menghilangkan fungsi kritis mahasiswa. Justru kami ingin menjadi mitra kritis yang ikut menjaga agar agenda perlindungan lingkungan berjalan secara konsisten dan transparan,” ujar Wiriyanto.

 

BADKO HMI Riau-Kepri berharap momentum penanganan karhutla dapat menjadi pintu masuk untuk membangun sistem perlindungan lingkungan yang lebih kuat di Riau. Green Policing diharapkan tidak hanya menjadi respons terhadap kebakaran yang sudah terjadi, tetapi menjadi **gerakan pencegahan yang berkelanjutan untuk menjaga Riau dari ancaman asap dan kerusakan ekologis.