Akhir Penantian Panjang, Jembatan Perintis Garuda Hadir untuk Warga Bungkal

JAWA TIMUR104 Dilihat

Ponorogo, BanuaMinang.co.id Bagai mimpi yang akhirnya menjadi nyata, pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Bungkal, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, menghadirkan harapan baru bagi warga setempat.

 

Selama puluhan tahun, masyarakat di sana harus bergelut dengan keterbatasan aksesibilitas. Ketiadaan jembatan memaksa warga menyeberangi aliran sungai demi menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari pergi ke sekolah, bekerja, hingga mengakses layanan kesehatan.

 

“Kalau pas airnya dangkal ya kita bisa lewati, tapi tetap kesulitannya lumayan tinggi, karena kan licin, jadi kadang ada yang jatuh. Anak-anak sekolah kadang juga harus pulang lagi ke rumah, karena saat berangkat sekolah bajunya basah atau kotor,” ujar Hariyanto, salah satu warga Bungkal, Senin (30/3/2026).

 

Namun situasi berubah saat debit air sungai meningkat dan arus yang semakin deras membuat penyeberangan menjadi berbahaya.

 

Hariyanto mengakui, kondisi seperti itu membuat warga tidak punya pilihan dan harus mengambil jalur lain yang lebih aman. Sayangnya, jalur alternatif tersebut tidaklah dekat. Warga harus memutar melewati desa lainnya hingga beberapa kilometer.

 

Dandim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra menjelaskan bahwa program Jembatan Perintis Garuda merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat (TNI AD).

 

Menurutnya, program tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi aksesibilitas di sejumlah daerah yang masih terbatas, khususnya bagi anak-anak sekolah.

 

“Program ini merupakan arahan langsung dari bapak Presiden saat peringatan Hari Pendidikan Nasional. Ketika itu ditayangkan video yang memperlihatkan banyak anak sekolah harus menyeberangi sungai tanpa jembatan, bahkan berjalan di dasar sungai. Dari situ beliau memerintahkan untuk segera dibangun (jembatan) dan TNI AD merespon cepat supaya dapat terbangun di titik-titik yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

 

Sedangkan untuk kriteria, sebut dia, penentuan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan tingkat urgensi kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung.

 

“Prioritasnya adalah wilayah yang memang belum memiliki jembatan dan itu menjadi akses banyak masyarakat, seperti anak-anak sekolah, kemudian juga petani yang ke sawah, dan juga untuk akses masyarakat lainnya,” ujarnya.

 

Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menyebut bahwa sasaran jembatan tersebut merupakan salah satu dari belasan Jembatan Perintis Garuda Tahap III yang akan dibangun di wilayahnya.

 

“Total pada Tahap III ini ada 16 jembatan yang akan kita bangun di wilayah Korem 081/DSJ, sepuluh di antaranya merupakan jembatan beton,” katanya usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Bungkal dan memberikan bantuan bagi warga sekitar.

 

Ia menargetkan seluruh pembangunan tersebut dapat rampung dalam waktu dua bulan agar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

 

Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu membuka akses yang selama ini terbatas. Mobilitas warga akan menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, serta akses menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan semakin terjangkau.

 

Jembatan ini juga diyakininya akan memperlancar konektivitas antar wilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

 

“Jika akses semakin baik, tentu aktivitas warga akan lebih mudah. Kondisi ini pada akhirnya akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

 

Sebagai informasi, jembatan sepanjang 26 meter tersebut akan menghubungkan Desa Bungkal dan Desa Belang. Keberadaannya diperkirakan memberikan dampak signifikan bagi sekitar 200 kepala keluarga yang tinggal di sekitar lokasi. (Tim)