Afriadi Andika Mengapresiasi Dedikasi dan Pengabdian Polisi Wanita dalam Menjaga Keamanan, Menegakkan Hukum, serta Memberikan Perlindungan dan Pelayanan kepada Masyarakat

Nasional81 Dilihat

Agam, BanuaMinang.co.id Afriadi Andika, S.H., M. H. Sebagai Praktisi Hukum, dan Dewan Penasehat Portal berita online BanuaMinang.co.id mengapresiasi dedikasi dan pengabdian Polisi Wanita (Polwan) dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

 

Menurut Afriadi Andika, keberadaan Polwan memiliki peran strategis dalam menciptakan rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian yang di Negara Republik Indonesia ini.

 

Apresiasi tersebut disampaikan Andika bertepatan dengan peringatan Hari Polisi Wanita Republik Indonesia yang mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”.

 

“Selamat Hari Polisi Wanita Republik Indonesia. Terima kasih atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian seluruh Polwan dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Andika di Sumbar, Selasa (1/9/26).

 

Andika menilai, pengabdian Polwan tidak hanya tercermin dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga melalui kemampuan menghadirkan pelayanan yang humanis di tengah masyarakat.

Menurutnya, ketegasan dalam menjalankan tugas dapat berjalan beriringan dengan empati, kepekaan sosial, dan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

 

“Seorang Polwan, di mana pun ia bertugas, dapat menghadirkan dampak yang luar biasa. Ketegasan dalam menjalankan tugas yang disertai empati dan kepekaan sosial menjadikan Polwan semakin dekat dan dipercaya masyarakat,” imbuhnya.

 

Andika mengatakan, keberadaan Polwan telah memberikan kontribusi penting dalam perjalanan Polri. Selain menjalankan fungsi penegakan hukum, Polwan juga menjadi jembatan komunikasi yang memperkuat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.

 

Peran tersebut, lanjut dia, semakin penting dalam penanganan perkara yang melibatkan kelompok rentan, terutama perempuan dan anak. Pendekatan yang profesional, empatik, dan berperspektif korban diperlukan agar masyarakat memiliki keberanian menyampaikan persoalan sekaligus memperoleh perlindungan.

 

Makna extraordinary impact tidak selalu diukur dari besarnya sebuah operasi. Ketika seorang Polwan mampu membuat satu korban berani berbicara, satu anak merasa terlindungi, atau satu keluarga kembali memiliki harapan, di situlah dampak luar biasa tersebut hadir,” tuturnya.

 

Andika menegaskan dengan tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” menunjukkan bahwa setiap kehadiran Polwan memiliki kesempatan menghadirkan perubahan nyata melalui profesionalisme, keberanian, integritas, dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

 

Ia juga menyoroti tantangan keamanan yang semakin kompleks di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang, perundungan, kekerasan seksual, hingga berbagai bentuk kejahatan di ruang digital membutuhkan kemampuan aparat yang semakin adaptif dan responsif.

 

Karena itu, Andika sangat mendorong para Polwan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya. Penguasaan teknologi, literasi digital, komunikasi publik, serta kemampuan membangun jejaring dan kolaborasi dengan masyarakat dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

 

“Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, ancaman terhadap keamanan masyarakat juga semakin kompleks. Kita membutuhkan Polwan yang adaptif, cakap secara digital, kuat dalam membangun komunikasi, dan tetap berpegang teguh pada integritas,” tegasnya.

Selain penegakan hukum, Khofifah juga mengapresiasi kiprah Polwan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan pelayanan masyarakat, mulai dari penanganan bencana, pengaturan lalu lintas, edukasi kepada pelajar, pendampingan masyarakat, hingga pemeliharaan keamanan dan ketertiban.

 

Menurutnya, berbagai bentuk pengabdian tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Polwan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Bahkan, interaksi sederhana antara petugas dan warga dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

 

“Kadang dampak itu hadir dari hal yang sederhana. Senyum, sapaan, kesediaan mendengarkan, dan respons yang cepat terhadap pengaduan masyarakat dapat menjadi wujud pelayanan yang menghadirkan rasa aman,” katanya.

 

Andika menilai Polwan merupakan representasi wajah Polri yang mampu memadukan ketegasan dengan pendekatan humanis. Profesionalisme dalam penegakan hukum, menurutnya, tidak boleh menghilangkan empati dan nilai-nilai kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Polwan adalah wajah Polri yang tegas sekaligus humanis. Kehadirannya menunjukkan bahwa penegakan hukum dan pelayanan publik dapat berjalan dengan profesional tanpa kehilangan empati dan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Andika menyebut kiprah Polwan menjadi bukti semakin luasnya ruang bagi perempuan Indonesia untuk berkontribusi dan mengambil peran kepemimpinan di bidang yang memiliki tantangan serta tanggung jawab besar.

Ia berharap semakin banyak Polwan mendapat kesempatan untuk berkembang, berprestasi, dan dipercaya menduduki posisi strategis di lingkungan kepolisian.

 

Kiprah tersebut sekaligus diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk berani mengejar cita-cita dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

 

Perempuan harus memperoleh kesempatan yang setara untuk bertumbuh, memimpin, dan menunjukkan kompetensinya. Polwan telah membuktikan bahwa perempuan mampu menjalankan tugas-tugas besar dengan profesionalisme, keberanian, dan integritas,” ungkapnya.

 

Andika berharap kepada seluruh Polwan terus memperkuat pengabdian dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Polri yang semakin presisi, responsif, inklusif, dan dipercaya masyarakat.

 

“Teruslah menjadi sosok yang mengayomi, melindungi, dan menginspirasi. Semoga setiap langkah pengabdian Polwan membawa rasa aman, menumbuhkan kepercayaan, dan menghadirkan dampak luar biasa bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dirgahayu Polisi Wanita Republik Indonesia ke 78 Tahun,” pungkasnya.