Bukittinggi, BanuaMinang.co.id — Sehubungan dengan adanya permintaan dari salah seorang pegawai veteriner Bukittinggi atas nama drh. Eliyus Putra, kepada salah seorang wartawan BanuaMinang.co.id, dimana Eliyus Putra meminta surat resmi dari portal berita online BanuaMinang.co.id terkait permintaan konfirmasi perihal pembangunan laboratorium pemeriksaan dan pengujian penyakit hewan.
BanuaMinang.co.id mendatangi dan memberikan surat resmi ke kantor Balai Veteriner Bukittinggi, yang beralamat di Jl. Raya Bukittinggi – Payakumbuh KM 14, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Jum’at (2/1/26).
Ketua Balai Veteriner Bukittinggi, drh. Tangguh Pitona, bersama 3 orang pegawai veteriner, menyambut kedatangan BanuaMinang.co.id.
Selain menyerahkan surat permintaan konfirmasi, BanuaMinang.co.id juga berdialog dengan Tangguh Pitona, terkait pernyataan dari Eliyus Putra yang menyatakan bahwa:
1. PPID balai veteriner Bukittinggi terbaik di Kominfo.
2. BanuaMinang.co.id diminta membawa ID, ikuti prosedur dan diminta melapor ke Satpam dan Koramil karena menjaga disitu.
3. Adanya pemeriksaan dari Kejati, Kejari dan Polda Sumbar terkait pembangunan laboratorium tersebut.
Tangguh Pitona menyampaikan bahwa pusat pelayanan informasi dan data (PPID) balai veteriner Bukittinggi saat ini sedang maintenance, dan informasi yang terakhir diupload pada tahun 2024.
Terkait Koramil yang menjaga dengan satpam di pos penjagaan, Tangguh juga merasa heran, apalagi adanya pemeriksaan dari Kejati, Kejari dan Polda Sumbar.
“Eliyus Putra memang pegawai veteriner dan selaku ketua tim teknis pembangunan, Sumber dana pembangunan laboratorium ini dari SBSN (Surat Berharga Syariah Negara), ini merupakan proyek nasional, tentu saja bekerjasama segenap instansi yang ada,” ungkap Tangguh Pitona.
Terkait pekerjaan pembangunan labor tersebut sudah melewati jadwal yang ditargetkan, Tangguh Pitona mengakui hal tersebut. Berdasarkan aturan dan ada mekanismenya untuk menyelesaikannya, tutupnya.
Apakah Eliyus Putra sengaja menakuti BanuaMinang.co.id, dengan menyebutkan TNI (koramil), Polda Sumbar, Kejati dan Kejari?
Dihari yang sama (Jum’at,2/1/26) BanuaMinang.co.id mendatangi kantor Koramil Baso, guna meminta informasi terkait adanya penjagaan bersama satpam di balai veteriner Baso.

“Kami Koramil Baso, menyatakan tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan kepada kami. Apalagi disamakan dengan Satpam. Dalam hal ini kami akan koordinasikan dengan pimpinan terkait penyampaian oleh Eliyus Putra tersebut,” ungkap dua personel Koramil Baso di kantornya.
Jangan rusak citra kami, kami tidak ada sangkut paut tentang hal ini, kenapa nama kami dicatut, lanjutnya.
Hal ini juga sebelumnya dibenarkan oleh beberapa Satpam yang bertugas di pos penjagaan, saat ditanyakan apakah ada pihak TNI (koramil) yang ikut menjaga dan menerima tamu untuk melapor sebelum masuk ke kantor balai veteriner Bukittinggi?
“Selama ini tidak ada tentara disini, yang menjaga di pos jaga itu adalah tugas dan tanggung jawab kami selalu satuan pengaman,” ucapnya, sebelum BanuaMinang.co.id menuju kantor balai veteriner.

Terkait pembangunan labor
Terkait pembangunan laboratorium pemeriksaan dan pengujian penyakit hewan dan zoonosis di wilayah Sumatera Barat tengah dengan nomor kontrak 28001/PL.020/F.4.G/07/2025 dengan kontraktor PT. Agung Sinar Mukti KSO PT. Darmo Sipon dan konsultan MK PT. Surya Cipta Engineering KSO PT Astadipati Putra Harindo dengan nilai kontrak Rp.26.697.514.000,- dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender (seperti yang tertulis diplang pekerjaan/red).

Dihari yang sama, BanuaMinang.co.id mendatangi mess kantor dari kontraktor tersebut, di Sungai Cubadak Baso, tapi saat didatangi kantor tersebut tidak ada orang.
Terkait adanya nama-nama instansi yang disebutkan oleh Eliyus Putra, BanuaMinang.co.id akan meminta konfirmasi guna keberimbangan pemberitaan.
(Tim)






