DBD Merebak di Bengkalis, FWBS Tagih Gerak Cepat Dinkes

Riau20 Dilihat

Bengkalis, BanuaMinang.co.id Kasus DBD Kabupaten Bengkalis menjadi sorotan setelah Forum Wartawan Bukit Batu Bandar Laksamana dan Siak Kecil (FWBS) mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) segera bergerak menghadapi dugaan peningkatan kasus di sejumlah wilayah.

 

Ketua FWBS Darmayanto mengatakan laporan warga menunjukkan pasien DBD di sejumlah Puskesmas dan rumah sakit meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Menurut dia, kondisi tersebut perlu mendapat penanganan cepat karena disebut telah menyebabkan korban meninggal dunia.

 

“Kami minta Dinkes Bengkalis tidak menunggu. Segera lakukan fogging terarah, sosialisasi, dan pastikan stok obat serta sarana di Puskesmas aman. Nyawa warga taruhannya, bahkan sudah ada korban meninggal Dunia karena DBD ini,” ujar Darmayanto kepada wartawan di Bengkalis. Jumat (11/9/2026).

 

FWBS meminta Dinkes Bengkalis tidak hanya fokus menangani pasien yang sudah sakit. Langkah pencegahan di titik kasus juga dinilai penting untuk memutus potensi penyebaran DBD.

 

Organisasi wartawan tersebut juga mendesak pemerintah membuka data kasus DBD berdasarkan kecamatan. Data itu dinilai penting agar masyarakat mengetahui wilayah yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi.

 

FWBS menyampaikan sejumlah langkah yang perlu segera dilakukan Dinkes Bengkalis.

 

Pertama, melakukan fogging fokus pada lokasi kasus terkonfirmasi dengan radius 100 meter di sekitarnya.

 

Kedua, memperkuat gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Upaya tersebut juga mencakup pemberian bubuk abate dan pemeliharaan ikan pemakan jentik.

 

Ketiga, memastikan ketersediaan obat, cairan infus, serta tenaga medis di fasilitas pelayanan kesehatan.

 

FWBS juga mengingatkan masyarakat agar aktif memberantas sarang nyamuk di lingkungan rumah. Genangan air yang dibiarkan dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

 

Gejala umum DBD antara lain demam tinggi mendadak selama 2-7 hari, sakit kepala berat, nyeri di belakang mata, nyeri sendi, serta muncul bintik merah pada kulit.

 

Warga yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat.

 

Dinkes Bengkalis sebelumnya juga telah mengingatkan masyarakat mengenai kewaspadaan terhadap DBD. Dalam publikasi resmi pada Juni 2026, perkembangan kasus DBD di Bengkalis periode Januari-Mei 2026 tercatat sebanyak 349 kasus.

 

(Hingga berita ini diturunkan, Dinkes Bengkalis belum memberikan keterangan resmi terkait desakan FWBS mengenai peningkatan kasus dan langkah penanganan yang akan dilakukan.)