Pencangkokan Sarang Madu Kelulut Jadi Edukasi Budidaya di Jambak Sianok

UMKM297 Dilihat

AGAM, Banuaminang.co.id — Pencangkokan sarang madu kelukut atau lebah tanpa sengat menjadi salah satu upaya edukasi sekaligus pengembangan budidaya lebah lokal di kawasan Jambak Sianok, Kabupaten Agam.

Kegiatan tersebut memperkenalkan teknik pemindahan dan pencangkokan sarang madu kelukut ke media baru dengan tetap memperhatikan kondisi koloni atau dikenal dengan eduksi. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami cara mengembangkan koloni secara lebih terarah tanpa mengabaikan kelestarian habitat lebah.

Narasumber kegiatan Husni menjelaskan bahwa madu kelukut memiliki potensi ekonomi sekaligus nilai edukasi bagi masyarakat.

Pencangkokan sarang madu kelukut menjadi cara untuk memperbanyak koloni atau eduksi sekaligus mengenalkan masyarakat pada budidaya lebah tanpa sengat ujar Husni .

Menurutnya, edukasi mengenai kelukut penting karena lebah tanpa sengat memiliki peran dalam ekosistem, khususnya membantu proses penyerbukan tanaman. Budidaya yang dilakukan secara tepat juga dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat.

Kawasan Jambak Sianok dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu lokasi edukasi budidaya madu kelukut. Masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada hasil madunya, tetapi juga pada proses pemeliharaan dan pengembangbiakan koloninya.

Husni berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga budidaya madu kelukut tidak sekadar menghasilkan produk, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan populasi lebah lokal.

D311PY