Menjemput Kedatangan Ilahi: Persiapan Menghadapi Ajal dalam Cahaya Ramadhan dan Ajaran Al-Qur’an

Edisi Ramadhan 6

Kultum142 Dilihat

Oleh: Ardinal Bandaro Putiah

Banuaminang.co.id- Ajal adalah janji pasti yang akan menjemput setiap makhluk hidup, tanpa terkecuali. Firman Allah dalam Surat Al-Hajj ayat 5 menyatakan bahwa tidak ada manusia pun melainkan pasti Kami utus malaikat untuk menjemputnya. Kebenaran ini mengingatkan setiap umat Muslim untuk selalu siap siaga, karena tidak seorang pun mengetahui kapan ajal akan tiba. Bulan Ramadhan sebagai bulan penuh berkah hadir sebagai momentum emas untuk memperkuat persiapan menghadapi kedatangan Ilahi tersebut.

Al-Qur’an menyampaikan bahwa ajal adalah bagian dari rencana Ilahi yang tidak dapat dihindari. Dalam Surat An-Nisa’ ayat 78 disebutkan bahwa kematian akan menjemput di mana saja kita berada, sementara Surat Al-Mulk ayat 3 menjelaskan bahwa waktu ajal telah ditentukan dalam Lauh Mahfuzh. Hidup di dunia ini hanya sementara, sehingga kita tidak boleh lalai dan hanya fokus pada kesenangan duniawi. Ajal dapat datang kapan saja, bahkan dalam keadaan yang tidak terduga, sehingga kesadaran akan hal ini harus selalu melekat dalam hati setiap orang yang bertaqwa.

Persiapan menghadapi ajal harus berdasarkan petunjuk Al-Qur’an. Iman yang kokoh adalah pondasi utama, sebagaimana firman Allah dalam Surat Ali ‘Imran ayat 102 yang mengingatkan untuk bertakwa dan tidak mati selain dalam keadaan beragama Islam. Taqwa mencakup rasa cinta dan ketakwaan yang membuat kita menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Orang-orang yang beriman akan menghadapi ajal dengan tenang, seperti yang digambarkan dalam Surat Yaasin ayat 26-27, karena mereka telah meneguhkan hubungan dengan Sang Pencipta.

Setiap amalan akan dihisab di akhirat, oleh karena itu kita harus menjalankan ketaatan dan ibadah dengan ikhlas hanya untuk Allah. Firman Allah dalam Surat Al-Mu’minun ayat 115 mengingatkan bahwa hidup memiliki tujuan yaitu untuk beribadah. Ibadah tidak hanya bersifat ritual seperti shalat, puasa, zakat, dan haji, tetapi juga mencakup berbuat baik kepada orang tua, membantu sesama, dan menjaga silaturahmi sebagaimana disebutkan dalam Surat An-Nisa’ ayat 36.

Tidak ada manusia yang luput dari dosa, sehingga penting untuk bertaubat dan meminta ampun kepada Allah. Firman Allah dalam Surat Az-Zumar ayat 53 menyampaikan bahwa bertaubat akan mendapatkan rahmat dan petunjuk-Nya. Bertaubat yang benar meliputi pertobatan hati, berhenti dari dosa, dan berusaha tidak mengulanginya. Selain itu, menjaga akhlak yang mulia adalah ciri khas orang-orang yang diterima Allah, sebagaimana dipuji dalam Surat Al-Qalam ayat 4. Berbuat baik kepada sesama sesuai dengan Surat An-Nur ayat 26 akan membersihkan hati dan memperkuat persiapan kita.

Bulan Ramadhan memberikan kesempatan emas untuk memperkuat persiapan menghadapi ajal. Puasa tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi juga segala bentuk kejelekan, seperti yang diwajibkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 183. Melalui puasa, kita belajar bersabar, merasa empati, dan bersyukur. Ibadah malam seperti shalat tarawih dan membaca Al-Qur’an memiliki nilai besar, terutama pada malam kemuliaan yang disebutkan dalam Surat Al-Qadr ayat 1. Membaca Al-Qur’an membantu kita memahami ajaran Allah dan memperdalam hubungan dengan-Nya.

Selain itu, bulan Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memberikan zakat dan sedekah kepada yang membutuhkan sesuai dengan Surat At-Taubah ayat 60. Memberikan zakat dan sedekah membersihkan harta dan menghapus dosa, sekaligus mengajarkan kita untuk berbagi. Kita juga dianjurkan mempererat silaturahmi, memaafkan dan meminta maaf kepada orang lain, karena dosa yang terkait dengan hubungan antarmanusia tidak dapat diampuni sebelum kita memperbaikinya.

Selain memanfaatkan Ramadhan, setiap Muslim harus melakukan langkah praktis sehari-hari seperti sering mengingat mati, menjalankan ibadah dengan konsisten, mengontrol hawa nafsu, berbuat baik kepada sesama, dan mempersiapkan bekal akhirat dengan amalan baik.

Ajal adalah kedatangan yang pasti, sehingga kita harus selalu siap siaga. Berdasarkan petunjuk Al-Qur’an, persiapan meliputi meneguhkan iman dan taqwa, menjalankan ketaatan dengan ikhlas, membersihkan diri dari dosa, dan menjaga akhlak mulia. Bulan Ramadhan berperan sebagai momentum penting untuk memperkuat persiapan tersebut. Waktu di dunia ini sangat berharga, sehingga tidak boleh disia-siakan. Dengan selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, kita dapat mengharapkan rahmat dan ridha Allah SWT di akhirat kelak.

Wallahu’alam