Dua Orang Komplotan Pelemparan Bom Molotov Ke Rumah Wartawan di Pancur Batu Akan Disidangkan

Sumut176 Dilihat

Pancur Batu, BanuaMinang.co.id Setelah sempat ditunda diduga karena adanya pesanan dari oknum di luar pengadilan, Terdakwa Feri Hariyanto alias Peker akan menjalani sidang pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umu Ade Meinarni Barus,SH di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam di Pancur Batu pada hari ini Selasa, 3 Desember 2024 sekitar pukul 10.20 wib.

 

Jaksa Penuntut Umum akan membacakan tuntutan terhadap terdakwa Feri Hariyanto alias Peker yang diduga merupakan komplotan pelaku pelemparan bom molotov ke rumah wartawan di Pancur Batu pada 21 Desember 2024. Menurut informasi yang kami dapatkan bahwa peran Feri diduga menjalankan perintah Fs alias Firdaus Sitepu untuk menjemput dua orang tim eksekutor ke Simpang Pemda dan membawanya ke sebuah lokasi yang disebut sebut lapak judi tembak ikan dan disinyalir tempat peredaran narkoba di Desa Lama, Kecamatan Pancur Batu.

 

Ditempat tersebut sejumlah bom molotov yang diduga disiapkan untuk menghabisi nyawa oknum wartawan bersama keluarganya yang sedang tertidur pulas. Kedua tim eksekutor pun membawa sejumlah bom molotov yang sudah disiapkan untuk membakar rumah oknum wartawan.

 

Fs alias Firdaus Sitepu yang diduga merupakan salah salah satu otak pelaku perencaan pembakaran rumah wartawan di Pancur Batu juga akan menjalani sidang dalam agenda mendengarkan saksi.

 

Terduga otak pelaku FS alias Firdaus Sitepu merupakan mantan narapidana kasus narkoba yang juga masi berstatus narapidana yang pada 6 November 2024 yang lalu divonis hakim dengan hukuman penjara 8 Tahun Subsidir 3 bulan penjara akibat berperan sebagai Bandar Narkoba di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.

 

Kini Fs alias Firdaus Sitepu juga berstatus sebagai terdakwa dalam peristiwa dugaan pembakaran rumah wartawan dengan mengunakan bom molotov. Fs alias Firdaus diduga merupakan salah satu otak pelaku yang menyuruh orang lain untuk melemparkan bom molotov pada waktu itu.

 

Akibat kejadian itu, Oknum wartawan, Istri dan anak anak nya yang waktu itu masi duduk di bangku SD menjadi trauma dan ketakutan.

 

Korban kepada wartawan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memproses perkara tersebut hingga sampai ke tahap persidangan dan memohon kepada Majelis Hakim supaya memberikan vonis yang seberat beratnya.

 

“Kami sangat trauma akibat pelemparan bom molotov ke rumah kami pada waktu itu, terlebih anak anak kami yang masi kecil hingga sekarang selalu ketakutan apalagi melihat orang lain datang ke rumah kami. Kami meminta supaya Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa dengan seberat beratnya. Saya menduga kuat pelemparan bom molotov itu untuk membunuh kami sekeluarga, karena ada katanya dua atau tiga kemaren yang diduga disiapkan oleh para pelaku untuk dilemparkan ke rumah saya,” ungkapnya

 

Korban juga heran mendengar kabar bahwa dirinya memberitakan lokasi perjudian dan peredaran narkoba yang diduga dikelolah oleh salah satu komplotan pelaku.

 

“Saya sudah baca di sejumlah media yang merupakan testimoni dari Fs alia Firdaus Sitepu yang dimana menurut nya saya telah memberitakan lokasi judi yang dia kelola, saya sangat membantah keras hal tersebut, saya tidak pernah memberitakan lokasi perjudian yang dia kelola bahkan sampai sekarang tidak ada bisa mereka tunjukan bukti bahwa saya telah memberitakan lokasi judinya.” Tandasnya

 

Selain itu, Korban juga merasa aneh akan adanya penjelasan di sejumlah media tentang pengiriman uang ke rekening pribadi nya yang bersumber dari Firdaus Sitepu dan adanya penjelasan dari Pengacara Firdas bahwa Firdaus pernah mengantarkan narkoba ke rumah oknum wartawan di Pancur Batu.

 

“Saya merasa tidak pernah memberikan nomor rekening saya kepada Firdaus Sitepu jadi bagaimana bisa dia mengirimkan uang kepada saya, kan tidak logika. Saya juga keberatan akan adanya penjelasan di sejumlah media bahwa Firdaus Sitepu mengantarkan sabu ke rumah kami. Ini lah yang tidak masuk akal dan mengarang ngarang cerita. Sampai Firdaus masuk penjara bulan mei kemaren dia tidak pernah memijakkan kakinya di rumah saya, jadi tolong jangan dikarang karang cerita yang berujung Fitnah. Kami sangat keberatan akan adanya Fitnah tersebut yang sudah di ekspos ke sejumlah media online dan televisi,” tegasnya

 

Sejumlah pihak terkait yang kami konfirmasi belum terlihat memberikan tanggapan atas hal tersebut, hingga berita ini ditayangkan kami masih menunggu tanggapan dari sejumlah pihak yang kami konfirmasi. (ld)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *