Team Sosialisasi Terpadu vaksinasi Covid – 19 Kab. Agam Untuk Usia Dini 6 Sampai 12 Tahun Terus Bergerak ke Sekolah-Sekolah

Agam, Sumatera barat275 Dilihat

Agam, Banuaminang.co.id ~~ Sesuai jadwal pada hari ini, Sabtu 29 Januari 2022, team Sosialisasi Terpadu vaksinasi Covid – 19 Kab. Agam laksanakan giat Sosialisasi vaksinasi untuk usia dini 6 Sampai 12 Tahun SDN 10 Sangkir, SDN 05 Sangkir dan SD IT ALMADANI LB BASUNG.

Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan S.I.K.M.H melalui Kasat Binmas Polres Agam Iptu Azwir Yani, melaporkan bahwa kegiatan sosialisasi vaksinasi hari ini berjalan dengan lancar.

Sosialisasi kali ini para audience kami manjakan dengan teknik tanya jawab, ucapnya.

“Kami layani para audience yang bertanya sampai benar benar puas dan mengerti tentang pentingnya vaksinasi ini,” Kata Kasat Binmas agar kedepannya tidak ada keraguan sama sekali di hati para audience kami untuk megijinkan anak anaknya melaksanakan vaksinasi, lanjutnya.

Kasat Binmas merangkum beberapa pertanyaan yang paling sering di tanyakan kepada team yang di pimpinnya tersebut sebagai berikut;

1. Apa itu vaksin Dan apa kegunaan vaksin tersebut?
Team sosialisasi menjelaskan “Mendengar kata vaksin atau vaksinasi sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Apalagi bagi para ibu yang baru memiliki bayi. Namun, masih banyak pula orang yang belum begitu memahami apa fungsi vaksin sebenarnya dan bagaimana cara kerjanya. Satu hal yang pasti, pemberian vaksin adalah salah satu langkah perlindungan diri paling penting dan efektif terhadap penularan penyakit infeksi contohny seperti wabah covid 19”.

2. Apakah setelah anak kami di vaksin, anak anak kami akan kebal terhadap virus covid 19?
Team sosialisasi menjelaskan tujuan vaksinasi ini memang untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu mikroorganisme tertentu. Seperti virus covid 19. Kalau pun sempat terpapar, tidak akan berevek buruk terhadap tubuh kita. Karena daya tahan tubuh kita sewaktu di vaksin itu meningkat.

3. apakah betul sekarang ada virus covid 19 jenis baru yang kabarnya lebih ganas?
Team sosialisasi menjelaskan jenis baru yang di isukan tersebut memang ada dan sudah masuk ke indonesia. Lebih lanjut team sosialisasi menjelaskan beberapa ciri dan gejala terinfeksi varian “Omicron” yang sudah diketahui:

A. Kelelahan

Kelelahan ekstrem akan dialami oleh seseorang yang terinfeksi varian Omicron, seperti varian-varian sebelumnya.

B. Berkeringat di malam hari

Dokter umum Afrika Selatan Unben Pillay menyarankan berkeringat di malam hari dengan jumlah yang sangat banyak dimasukkan sebagai gejala varian Omicron.

C. Tenggorokan gatal

Dokter di Afrika Selatan Angelique Coetzee mengatakan pasien yang terinfeksi Omicron mengeluh tenggorokannya gatal dan bukan sakit tenggorokan.

Angelique menambahkan para pasien merasakan rasa gatalnya tak biasa dan lebih menyakitkan.

D. Sakit tenggorokan

Studi Zoe Covid (covid.joinzoe.com) mengungkapkan orang yang terinfeksi Covid-19 melaporkan sakit tenggorokan. Sakit tenggorokan ini ringan dan berlangsung tak lebih dari 5 hari.

E. Sakit kepala

Masih dari studi Zoe Covid, sakit kepala yang muncul bisa menjadi salah satu gejala awal terinfeksi Covid-19.

Sakit kepala akibat Covid-19 dalam studi itu menyatakan cenderung nyeri sedang hingga berat, kepala berdenyut, menekan, dan menusuk di kedua sisi kepala. Gejala ini terjadi lebih dari tiga hari dan sulit dihilangkan dengan obat pereda sakit kepala.

F. Bersin dan pilek

Bersin dan pilek menjadi salah satu gejala umum orang yang terjangkit Covid-19. Namun, gejala ini harus dikonfirmasi lebih lanjut dengan tes antigen atau PCR.

G. Demam ringan

Gejala demam ringan oleh varian Omicron memberikan efek yang tidak bertahan lama dibandingkan sebelumnya. Varian ini memberikan induksi suhu tubuh dengan ringan, sehingga seseorang dapt perlahan pulih secara sendirinya saat mengalami demam.

H. Batuk

Terus-menerus batuk disebut menjadi gejala utama dari infeksi Covid-19. Penderita Covid-19 biasanya akan mengalami batuk kering.

4. Apakah vaksin yang akan di berikan kepada anak anak kami ini aman?
Team sosialisasi menjawab” vaksin yang kami berikan ini dipastikan aman, lebih lanjut team sosialisasi menjelaskan “Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan vaksin Covid-19 dari Sinovac untuk anak berusia 6-11 tahun. Keputusan ini membuat vaksin tersebut berarti aman untuk dipakai untuk anak-anak hingga lansia.

Kasat Bimas Juga menjelaskan akan selalu memberikan inovasi dan memberikan metode metode sosialisasi yang mudah untuk di fahami audience. Dengan tujuan audience tidak lagi terpedaya oleh berita Hoax yang menyesatkan.

(Berry)

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.