Semarakkan HUT RI Ke-77 Dan Lestarikan Budaya Daerah, Kodim 0735/Surakarta Gelar Lomba Jemparingan Tingkat Nasional

Semarakkan HUT RI Ke-77 Dan Lestarikan Budaya Daerah, Kodim 0735/Surakarta Gelar Lomba Jemparingan Tingkat Nasional

JAWA TENGAH129 Dilihat

Surakarta, Banuaminang.co.id ~~ Kodim 0735/Surakarta bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) menggelar lomba jemparingan kemerdekaan tingkat Nasional dalam rangka memperingati HUT RI Ke-77 tahun 2022 bertempat di Benteng Vanstenburg Surakarta, Minggu (14/08/2022).

 

Acara diawali dengan Kirab start dari Benteng Vastenburg menuju Patung Gladag, finish di Benteng Vastenburg dan diikuti seluruh peserta Jemparingan yang berjumlah 301 peserta. Dengan rincian peserta Solo Raya 294 orang, Jawa Timur 5 orang dan Bali 2 orang.

 

Hadir dalam acara tersebut, Teguh Prakoso (Wakil Walikota Surakarta), Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak (Kapolresta Surakarta), Ahmad Suraudy SH MH (Dandenpom lV-4/Surakarta), Letkol Inf Arif Isnawan (Kasiter Korem 074/Wrt), Letkol Inf Devy Kristiono (Dandim 0735/Ska), Kompol Agus Santosa (Kasat Lantas Polresta Surakarta), Mayor INF Muayat (Kasdim 0735/Ska), Kapten Inf Anom (Brigif MR 6/2 Kostrad), Prihatin (Kajari Kota Surakarta), Rahmad Dwisaputra (Kepala Kantor Perwakilan BI Prov. Jateng), Nugroho Joko Prastowo (Kepala Bank BI Surakarta), Eko Juniarto (Kepala OJK Surakarta), Perwira Jajaran Kodim 0735/Ska, Para Staf BI Surakarta dan Paguyuban Jemparingan.

 

Berbeda dengan panahan umumnya, jemparingan menggunakan busana tradisional Jawa Mataraman. Dalam melepaskan busur panah, para peserta menggunakan panah tradisional dengan posisi duduk bersila dan sasarannya berwujud bandhulan. Obyek sasaran panah kurang lebih berjarak 30 meter, setiap sesinya peserta berhak melepaskan empat kali anak panahnya

 

Kepada awak media Komandan Kodim 0735/Surakarta, Letkol Inf Devy Kristiono mengatakan, “tujuan untuk meningkatkan prestasi jemparingan ditingkat Nasional, juga menumbuhkembangkan bakat-bakat peserta jemparingan”.

 

Dandim menambahkan ratusan pemanah ini sudah profesional untuk tetap menjaga warisan budaya. “Jadi memanah dengan adat seperti itu tentunya kami bersinergi dengan Bank Indonesia untuk mendukung adat kita Surakarta untuk terus tumbuh sekaligus kita memeriahkan Kemerdekaan RI yang ke-77,” imbuhnya.

 

“Saya berpesan kepada para peserta untuk melaksanakan lomba dengan profesional merebutkan juara-juaranya baik jemparingannya maupun pakaian adat. Ini salah satu untuk melestarikan budaya adat Mataraman, juga merupakan ciri khas kota Surakarta”. Jelasnya.

 

Sedangkan Kepala Bank BI Surakarta, Nugroho Joko Prastowo, mengatakan, “saat ini kita berkumpul melaksanakan lomba jemparingan yang selama ini sudah libur 2 sampai 3 tahun karena pandemi, dan ini adalah awal yang dilaksanakan untuk menyambut hari kemerdekaan RI yang ke-77 dengan semangat untuk membantu ekonomi.”

 

“Hal ini adalah suatu kehormatan bagi Bank Indonesia dalam perbaikan ekonomi di Solo dan kita bersinergi berkolaborasi dengan TNI, bagi saya Ini adalah kolaborasi yang tepat yang pas dalam kita sama-sama menjaga NKRI karena TNI bertugas untuk menjaga kedaulatan NKRI sementara Bank Indonesia bertugas menjaga NKRI dari segi ekonomi.”

 

“Rupiah adalah simbol dari kebahagiaan Republik Indonesia Rupiah harus ada di seluruh rakyat Indonesia maka hari ini lomba jembaringan ini kita gelorakan juga semangat cinta bangga dan paham rupiah dengan kata lain kalau rupiah kuat maka NKRI berdaulat, Hal ini kita harapkan semangat ini linear antara semua kebangsaan kedaulatan teritori dan kedaulatan ekonomi kita sinergikan.”

 

“Harapan kami di hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-77, kita gelorakan kembali bahwa ekonomi kita semakin membaik, kalau rupiah semakin kuat, kita akan dicintai dan disegani dunia.” Pungkasnya.

 

Adapun pemenang jemparingan putra, juara I Faizal Bahri, juara II Mulyana, juara III Bani Subandono. Sedangkan jemparingan putri, juara I Desy, juara II Sri Handayani, juara III Sujiati.

 

Pakaian adat Nusantara Putra, juara I Sugianto Wibowo, juara II Sukiman, dan juara III Gito. Pakaian adat Nusantara Putri juara I Biyung, juara II Endah dan juara III Titik Setya Ningsih

 

Masing-masing juara jemparingan mendapatkan tropy, piagam dan uang pembinaan. Juara I Rp.1.500.000, juara II Rp.1.000.000 dan juara III Rp.750.000. Sedangkan juara pakaian adat nusantara juara I Rp.750.000, juara II Rp.500.000 dan juara III Rp.300.000.

 

(Arda 72)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *