Sejarah Seni Reog Ponorogo “Singo Manggolo” Desa Getas – BANUAMINANG.CO.ID

 

Blora, Banuaminang.co.id ~~ Liputan langsung Sejarah Seni Reog Ponorogo Desa Getas Pimpinan, Sumindar, yang bersekertariat di Desa Getas RT 05 RW 01. Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada 15/4/2022.

 

Berdiri sejak tahun 2018 lalu, sampai saat ini, mulai dikenal, baik dalam desa, maupun desa sekitar, hinga saat ditanya tentang biaya pentas sekali main, Sumindar mengatakan, “saat ini tarif pentas untuk daerah lokal, main siang saja atau malam saja, itu sekitar 3.500. 000,00- 4.000.000,00 (tiga juta lima ratus sampai empat juta), bila siang malam Rp. 6.000.000,00 – 6.500.000,00” (enam juta sampai enam juta lima ratus), Ujarnya.

 

Sedangkan saat ditanya tentang cerita berdirinya grup reog ini, Sumindar menjelaskan, “Sejarah berdirinya reog ini, berawal dari anak saya bagus, yang sejak dari kecil, saya lihat kok hobi main ganongan, waktu itu keponakan saya, yang nama Yunus, pulang dari Kalimantan, dan banyak sedikit paham, soal kesenian tersebut, dan berkata : “ini saya lihat kok bagus, main ganongannya sudah baik, tinggal memupuk dan tak lihat anaknya, juga punya tekad besar, untuk menjadi seorang pemain reog”, kata Yunus kepada saya.

 

Dengan begitu Yunus mencoba mengadakan pelatihan seni reog, di lingkungan Desa Getas, yang di ikuti oleh putra putri Desa Getas.

 

Dan setelah lama latihan, hanya bagus lah yang mampu mengangkat gemblak (reog), maka dari itu, dengan niat bagus yang bulat, ingin menjadi pemain, saya sebagai orang tua, akan selalu mendukung”. Ungkap Sumindar.

 

Masih menurut Sumindar, “Semoga, kami yang ada di desa kecil ini, yang berniat untuk mengangkat kesenian tradisional Jawa ini, segera dapat pantauan dari pemberdayaan adat, dan pemerintah yang berada di jalur seni di Jawa tengah khususnya, ayo lah suport kami, untuk bisa lebih maju lagi”. Tambahnya.  (Tim PPI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.