Peringatan Hari Besar Nasional Kecamatan Palupuah Tahun 2025, Dipusatkan di Tugu Perjuangan Front Palupuah

Agam595 Dilihat

Palupuah, BanuaMinang.co.id Peringatan Hari Besar Nasional Kecamatan Palupuah, untuk tahun 2025 ini dipusatkan di Tugu Perjuangan Front Palupuah. Acara PHBN ini dihadiri oleh Forkopimca Kecamatan Palupuah, Batalyon B Pelopor Brimob Padang Panjang, pemerintah Nagari Nan Limo, SDN 08 Nan Limo Mudiak, mahasiswa KKN Unand dan masyarakat sekitar lokasi Tugu Perjuangan Palupuah atau lebih dikenal dengan Tugu Mobrig atau Tugu Brimob. (15/8).

 

Bripka Aldi Harun mewakili Danyon B Pelopor Brimob Padang Panjang menyatakan, untuk acara memperingati hari ulang tahun Brimob yang jatuh pada tanggal 14 November, biasanya akan diadakan acara di Tugu Perjuangan Palupuah ini, setiap tahunnya. Acara tersebut dilaksanakan sebelum hari H ulang tahun Korps Brimob, ujarnya.

 

Dalam acara PHBN tahun ini, iing SM ditunjuk oleh panitia PHBN Kecamatan Palupuah, untuk menceritakan sejarah berdirinya Tugu Perjuangan Front Palupuh. Dimana iing adalah selaku ahli waris dari kaum Dt Muhammad Paninggiran Baruah, dimana berdirinya monumen tugu tersebut, selanjutnya iing juga adalah generasi sejarah dari panitia peresmian tugu tersebut dan juga adik dari penulis buku Front Palupuah dalam Perjuangan Kemerdekaan yang ditulis oleh Dr. Ir. H. Darwis SN, MS. APU.

 

“Tugu ini didirikan dalam masa perang Agresi Belanda kedua. Ditahun 1949. Dan diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh kepala polisi Sumatera Tengah yaitunya Soelaeman Effendi. Pada hari itu juga dilangsungkan upacara kemerdekaan RI yang ke-4 disini,” terangnya.

 

Masyarakat Palupuah sudah yakin bahwasanya Indonesia akan terlepas dari penjajah Belanda. Disini tertanam jiwa heroik dan patriot kebangsaan. Biasanya untuk mendirikan monumen atau tugu adalah setelah kejadian atau untuk mengenang suatu sejarah. Tetapi masyarakat Palupuah mendirikan monumen tugu dalam masa perang, bukan untuk mengenang sejarah tetapi untuk membuktikan bahwa Indonesia memang negara yang merdeka, lanjut iing.

 

Monumen tugu berbentuk kerucut bersegi lima, dimana disetiap sisi bertuliskan yaitunya, logo Mobrig, logo Bintang bertuliskan TNI, logo bambu runcing bertuliskan PMT (Pasukan Mobile Teras), gambar rantai serta angka sakti 17-8-45.

 

Tugu ini dipugar pada 13 Agustus 1982 dan ditandatangani oleh Awaloedin Djamin selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia, dimana prasasti ini ditandatangani langsung oleh Jenderal Polisi Awaloedin Djamin di Tugu Perjuangan Palupuah. Tutup iing.

 

Selain menyanyikan lagu Indonesia Raya, para peserta yang hadir juga menyanyikan lagu perjuangan Rimbo Panjang yang dipimpin oleh Risna Nelly yang juga pengawas sekolah TK dan SD se Palupuh. Dimana lagu Rimbo Panjang ini menggambarkan jiwa patriotik dari pejuang dalam menghadapi agresi Belanda kedua.

 

Nongrianto DT Maruhun, selaku Camat Palupuh, dalam acara tersebut menyatakan bahwasanya lagu Rimbo Panjang ini, akan tetap hidup ditengah-tengah masyarakat. Dan kita akan membahas agar lagu ini menjadi lagu wajib disetiap acara di Kecamatan Palupuh, karena hal ini menyatakan bahwasanya masyarakat Palupuah memang memiliki jiwa patriotik, ungkapnya.

 

Kapolsek Palupuh Iptu M. Raufuddin Silitonga, berharap agar nantinya di tugu ini dapat dialiri penerangan listrik, karena lokasi ini berada dijalan lintas Bukittinggi-Medan. Tentunya hal ini akan mempercantik dan menambah keindahan dari tugu tersebut, ungkapnya.

 

Sedangkan Tri Sakti TK. Muhammad, selaku Walinagari Nan Limo dalam hal ini juga berharap nantinya Tugu Perjuangan Front Palupuah ini menjadi rekomendasi untuk wisata sejarah dan tempat edukasi bagi generasi muda dalam hal menggali sejarah perjuangan dalam menghadapi penjajah, khususnya untuk masyarakat Palupuah.

 

“Tentunya hal ini akan kita tanamkan dan kita terangkan kepada generasi penerus Bangsa, dan mengenai hal yang terbaik untuk Tugu Mobrig ini, kita akan bekerjasama dengan Batalion B Pelopor Brimob Padang Panjang.” Tutup Tri Sakti.

 

(IC)

 

Referensi berita sebelumnya: