Penduduk Pulau Panjang Menggunakan Penerangan PLTD Perorangan – BANUAMINANG.CO.ID

 

PASBAR, BANUAMINANG.CO.ID ~~ Garis Pantai di Pasaman Barat mencapai 152 KM menjadikannya kawasan ini memiliki pantai nan eksotik serta dapat dijumpai pulau -pulau kecil perairan Air Bangis di kecamatan Sungai Beremas.
Ada terdapat 9 pulau satu diantaranya ialah Pulau Panjang, dan satu-satunya pulau yang berpenghuni di perairan Pasaman Barat.

 

 

Adapun 9 Pulau yaitu.
1. Pulau Panjang.
2. Pulau Tamiang.
3. Pulau Pigago.
4. Pulau Telur.
5. Pulau Pangkal.
6. Pulau Harimau.
7. Pulau Unggas.
8. Pulau Karambia.
9. Pulau Nibuang.

 

Untuk sampai kePulau Panjang pengunjung terlebih dahulu menuju Air Bangis, Pasbar dapat ditempuh menggunakan bus antar kota.
Lalu dari Air Bangis Menyeberangi memakai perahu nelayan dengan membayar sekali menyebrang dikenakan tarif 10.000 Rupiah per orang.

 

Selama perjalanan menuju Air Bangis, pemandangan perkebunan sawit dan pemukiman penduduk di sepanjang perjalanan dapat menyegarkan mata. Setelah sampai di Dermaga Air Bangis, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan perahu nelayan yang dapat anda sewa
atau bergabung dengan masyarakat Pulau Panjang yang menjadikan perahu sebagai transportasi.
Dengan jarak tempuh 30 menit.

 

Memiliki luas 220 hektar, Pulau Panjang cocok dijadikan wisata bahari andalan di Pasaman Barat, karena perairannya yang jernih dan tenang serta ditumbuhi terumbu karang cocok bagi anda pecinta wisata bawah laut.

 

Dari segi infrastruktur, fasilitas umum dan sarana prasarana untuk masyarakat di pulau ini memiliki gedung SD dan SMP yang digunakan anak – anak lokal untuk menimba ilmu dan mendapatkan pendidikan.

 

Namun, belum tersedia sekolah setara SLTA di pulau ini dan anak – anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTA harus menyebrangi lautan hingga ke daratan air bangis dengan perahu nelayan.

 

Faizal (50) sebagai jorong di pulau panjang mengungkapkan kepada awak media Banuaminang.co.id.
bahwasanya ada 333 KK di pulau panjang.
Dan umumnya pendapatan masyarakat Pulau Panjang ini adalah nelayan.

 

Dan Penerangan Sangat minim sekali apabila di malam hari.
Masyarakat menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Perorangan milik pribadi ungkap jorong Faizal.

 

Lalu Nofri Caniago (40) sebagai masyarakat Pulau Panjang menambahkan ke awak media.
Dulu pernah difasilitasi oleh Pemda untuk Penerangan masyarakat menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Tapi sekarang sudah rusak lebih kurang 6 tahun.
Jadi sekarang terpaksa kami pakai Disel pribadi untuk menerangi rumah kami.
Dan bagi yang tidak mempunyai mesin Diesel untuk menerangi rumahnya.
Kami bantu berbagi untu menerangi rumah tetangganya.

 

Kami Berharap kepada Pemda setempat agar bisa memberikan solusi atau membetulkan kembali PLTS yang sudah rusak lama tutupnya. (Iyas kari)

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.