Mempererat Silaturahmi, PSTD Jati Diri Gelar Buka Puasa Bersama

Riau246 Dilihat

Pekanbaru, Banuaminang.co.id ~~ Perguruan Silat Tenaga Dalam (PSTD) Jati Diri Pekanbaru mengadakan Acara Berbuka Bersama Minggu,(16/04/2023) di Edotel Syariah Amanah, Pekanbaru, Riau. Meskipun kegiatan Bukber ini dilakukan pada waktu sdh masuk seminggu jelang Idul Fitri akan tetapi Anggota yang Hadir cukup ramai.

 

“Kegiatan Bukber ini adalah salah satu Ajang silaturahmi yang mana sudah menjadi budaya bagi umat islam secara umum khususnya selama bulan Ramadhan,” kata Pembina Muda PSTD Jati Diri Riau Budi Sofyan Koto.

 

Budi mengatakan, keberkahan Ramadhan juga diharapkan dari berbagi hidangan berbuka puasa sebagaimana merupakan anjuran dari Rasulullah Saw yang berbunyi, barang siapa memberikan makanan berbuka puasa kepada orang yang berpuasa maka baginya balasan pahala sebanyak pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang tersebut.

 

Berbuka puasa bersama dan berbagi ini sudah mengakar ditengah masyarakat islam secara umumnya dibanyak belahan dunia.

 

“Di Perguruan Silat Bina Diri Jati Diri kegiatan bukber ini menjadi agenda khusus karena kegiatan Latihan rutin mingguan dan Pengajian Tauhid sengaja di liburkan selama bulan Ramadhan dan baru di mulai kembali pada bulan Syawal pasca idul Fitri,” terang Budi.

 

Turut hadir dalam acara bukber ini, Syofianto Md (Penasehat), Nasrun SH (Ketua harian), Arief RH,S.Sos (Humas), Firdaus IM (Bendahara/Kakorlap), Anhar Rosal Md (Bid.Media & Informasi), Asisten Pembina Muda Ali Sadam dan Iko Rasaki serta jajaran Pelatih dan Senior di Perguruan dan tak lupa Anggota Kehormatan yakni Pak Imam Yos Sudarso dan Ust Ngatino dan anggota keluarga dari Anggota Perguruan yang turut hadir.

 

“Diantara Hikmah dari Kegiatan Bukber PSTD Jati Diri ini salah satunya adlh Menjaga Kekompakan dan Soliditas antar sesama Anggota perguruan dan juga Pengurus beserta Jajarannya dan keluarga besar.sehingga para anggota menjadi semakin akrab seperti sudah menjadi bagian dari keluarga sendiri dari sesama anggota seperguruan,” jelas Budi.

 

Budi menyebutkan, Rasulullah Saw Mengatakan, barang Siapa yang ingin dipanjangkan umur dan dimudahkan rezekinya maka hendaklah ia menjaga jalinan tali silaturahmi.Iulah mengapa menjaga tali silaturahmi ini sangat penting sehingga Umat itu akan terdorong untuk menjadi kuat dan maju.

 

“Disamping Silaturahmi dan Soliditas yang kuat adalah merupakan cara utk memaksimalkan Fungsi Sosial setiap Hamba dan dapat berlomba menebarkan Rahmat/Kebaikan demi meraih kemuliaan di akhirat kelak (Fastabiqul khairat),” ungkap Budi.

 

Budi menerangkan, tak dapat dipungkiri bahwa cara untuk menumbuh kembangkan Kekuatan Umat adalah dengan cara memperkuat Persatuan yg menjadi kokoh,Kekompakan dan rasa yang mengalir dlm jiwanya adlh sama, begitu pula Visi misi, kepentingan dan tujuan yang sama.

 

Dari segi Kehidupan pun kita diajarkan bahwa Kehidupan Manusia menjadi bernilai adalah pastinya berpedoman sesuai dgn tuntunan Agama,yang mana sbg umat Islam tuntunan itu sdh sempurna secara dalil (Al-Qur’an dan Hadits) terkait aturan dan ketentuan demi kebaikan Kehidupan umat semasa didunia hingga ke akhirat.

 

“Sebaik baik Manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an, Mengamalkan dan yang mengajarkannya”

jika hal ini dapat dengan sungguh2 diterapkan pd setiap umat islam maka sdh barang tentu hal ini merupakan kebaikan besar bagi Umat Islam dan Generasi muda masa depan umat Islam itu sendiri.

 

Satu poin khusus dari Visi Misi PSTD Jati diri yakni “Menjadikan manusia yang berakhlaq mulia dan bertaqwa”. Sehingga Tugas Utama dari Pembina diperguruan dan para pelatih akan terfokus kepada hal Pengajaran serta pengajian untuk meraih bina diri sejati dan berupaya mengaplikasi nilai2 yang diajarkan tsb dalam kehidupannya sehari-hari.

 

Ajaran dan Pelatihan Bina diri Sejati itu disebut dengan istilah melatih Kejiwaan atau mental dan Spiritual yang berdasarkan pada Rasa berkeyakinan Kepada sang Khaliq.

 

Setiap anggota dimatangkan dengan amalan berserah diri hanya kepada ALLAH Semata (Tauhid) yakni menjadi dasar pijakan Pemahaman dari segala bidang ilmu dan hikmah.

 

Dalam Bina diri juga ada di ajarkan metode Dzikir untuk Pembersihan Jiwa, Pengobatan diri sendiri dan untuk sifat Tawadhlu atau melembutkan hati dan sebagainya.

 

Imam Syafi’i Rahimahullah mengatakan bahwa : “Ciri seseorang yang berilmu dan semakin tinggi ilmu nya itu tampak pada semakin baik akhlaq nya” dan ia pun akan merasakan bahwa semakin banyak pengetahuannya maka dirinya akan menyadari bahwa dirinya tidaklah punya apa-apa melainkan semua adlh Amanah dan hanya atas Pertolongan ALLAH Swt,serta menyadari bahwa semua yg ada pasti akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan ALLAH.

 

Nama Jati Diri itu singkatan dari “Jadikan Al-Qur’an Tuntunan iman Dengan Ilham Rahmat Ilahi” adalah satu upaya untuk meraih harapan dapat mencetak generasi yg mampu berAmar ma’ruf dan mencegah Kemungkaran terutama pada dirinya sendiri.

 

(Anhar Rosal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *