Masyarakat Palapa Kecewa, Menantikan Bupati Sampai Jam 5 Sore – BANUAMINANG.CO.ID

PADANG PARIAMAN, BANUAMINANG.CO.ID ~~ Seperti yang telah kita ketahui bersama, saat ini intensitas curah hujan sangat tinggi. Sehingga berdampak terjadinya bencana alam. Begitupun yang terjadi di Daerah Aliran Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

 

Komplek Perumahan Palapa Saiyo di Nagari Sungai Buluah Selatan Kecamatan Batang Anai, diterjang oleh derasnya arus sungai, sehingga mengakibatkan 2 unit rumah warga terancam hanyut.

 

Hari ini (Minggu, 26/12/21) masyarakat bahu membahu untuk membantu meringankan warga yang rumahnya hampir hanyut terkikis oleh arus sungai Batang Anai.

 

Dalam kegiatan gotongroyong tersebut, juga hadir ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Padang Pariaman, yaitunya Happy Neldy. SE, MM.

Happy Neldy, saat dikonfirmasi oleh Banuaminang.co.id melalui telepon seluler dan media WhatsApp, malam ini (Minggu, 26/12/21) pukul 20:20 wib, menyatakan bahwa bupati telah diberitahu untuk menengok kelokasi bencana, tapi menurut ajudan Bupati, bupati mengikuti acara vaksin, ujar Happy.

 

“Seharusnya kepala daerah cepat tanggap, karena ini darurat. Sedangkan kedatangan beliau ditunggu oleh masyarakat sampai jam 17:00 WIB, tapi bupati tidak hadir,” lanjut ketua DPC Gerindra ini. Wajar saja jika masyarakat kecewa, tambahnya.

 

Melisa, pemilik rumah yang terkena efek dari kikisan air sungai ini, menyatakan kekecewaannya, karena bupati yang dinanti tidak hadir. “Kami sangat kecewa, tapi terimakasih kami haturkan kepada warga yang telah membantu memasang tahanan tanah dengan bambu dan pun karung, dan ucapan terimakasih juga kepada bapak Happy Neldy yang juga ikut membantu kami,”

 

Dulunya halaman rumah ini lebih dari 6 meter, saat ini cuma hanya tinggal semester saja lagi, imbuhnya. “Kami berharap agar pemerintah dapat memperhatikan kondisi kami,” tutupnya.

Afrizal selaku wali nagari Sungai Buluah Selatan, saat dimintai keterangannya melalui telepon selular. Membenarkan bahwa bupati tidak hadir kelokasi, ujarnya.

 

Upaya yang telah dilakukan tadi siang adalah pemasangan tahanan tanah dengan menanam buluah (bambu, Red) dan mengisi tanah dengan karung, imbuh wali nagari. “Bupati tadi menelpon, kata bupati ini sudah dipegang oleh BKSDA Provinsi, kewenangan ini bukan dikabupaten tapi di Provinsi,” terang Afrizal.

 

Menurut informasi yang kami peroleh, pemilik rumah yang saat ini terancam roboh dibawa arus sungai adalah rumah Defriman dan rumah M. Zaki. Sedangkan satu unit rumah yang telah roboh, belum dapat kami peroleh datanya.

 

Saat ini kami masih menantikan informasi terkait nama pemilik rumah yang roboh tersebut, karena sampai saat ini wali jorong Setdon Dadeli belum bisa mengangkat telepon ataupun membalas chat kami.

 

Sampai saat sekarang, tim Banuaminang.co.id belum lagi mengkonfirmasikannya kepada Bupati Padang Pariaman dan juga BKSDA SumBar. Terkait penanggaan dampak DAS Batang Anai ini.

 

iing chaiang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.