Laporkan Penyelenggaraan Iduladha ke Mendagri, Kepala BSKDN: Beberapa Hewan Kurban akan Didistribusikan ke Wilayah Perbatasan

Nasional171 Dilihat

Jakarta, Banuaminang.co.id Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo selaku Ketua Panitia Penyelenggara Iduladha 1444 Hijriah di lingkungan Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melaporkan penyelenggaraan Iduladha khususnya perkembangan jumlah hewan kurban kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Hingga per tanggal 26 Juni 2023, tercatat hewan kurban yang berhasil dihimpun sebanyak 332 ekor yang terdiri dari 120 ekor sapi dan 212 ekor kambing. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah.

 

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang telah menitipkan dan mencatatkan hewan kurbannya lewat panitia pelaksana tahun 2023,” ungkapnya dalam acara Penyerahan Hewan Kurban di Halaman Masjid An Nuur Kemendagri pada Senin, 26 Juni 2023. Adapun tema pelaksanaan hewan kurban tahun ini yaitu “Berkurban untuk Perkuat Core Values BerAKHLAK bagi ASN Kemendagri dan BNPP”.

 

Dia melanjutkan, penyembelihan hewan kurban akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2023. Sebanyak 9 ekor sapi akan dibagikan kepada organisasi keagamaan dan dibagikan pula ke masyarakat di tiga wilayah perbatasan yaitu Serasan Kepulauan Riau, Motaain, dan Wini Nusa Tenggara Timur dengan jumlah masing-masing 1 ekor sapi.

 

“Daging sapi selanjutnya akan didistribusikan kepada para mustahik yang telah terdapat pada masing-masing komponen Kemendagri dari pekurban segera yaitu pada tanggal 1 Juli 2023,” ungkapnya.

 

Dalam sambutannya, Mendagri mengatakan, penyembelihan hewan kurban tidak hanya dimaknai sebagai hubungan manusia dengan Tuhan sebagai bentuk ibadah atau ketaatan seorang hamba. Namun, berkurban juga mencerminkan hubungan antar manusia sebagai bentuk solidaritas atau kesetiakawanan sosial.

 

“Tapi kalau kita lihat dalam konteks selanjutnya, ini juga ada hablum minannas-nya, hubungan dengan manusia, karena setelah itu ritual itu diganti betul-betul dengan hewan kurban, sapi atau domba, unta, dan dagingnya dibagikan, dagingnya dibagikan adalah dalam bentuk kesetiakawanan sosial, hubungan antar manusia,” pungkasnya. (iing chaiang)

Sumber : BSKDN KEMENDAGRI

Senin, 26 Juni 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *