GANJAR – PRABOWO MENJADI ALASAN MELAWAN INTOLERANSI DAN GANGGUAN KEDAULATAN

Banuaminang.co.id ~~ Kita tidak bisa menganggap setiap kasus intoleransi itu sebagai sebuah kenormalan dari suatu keadaan bangsa, Sebab kejahatan apapun itu timbul sebagai akibat penolakan atas harmonisasi keamanan dan kerukunan, sehingga menekan rasa damai serta ketentraman di tengah masyarakat. Fakta bahwa gangguan kenyamanan sebagai sarana dasar kebahagiaan tidak boleh direnggut akibat ajakan sekelompok orang yang melakukan sikap intoleransi secara terbuka dan masif. Walau pada masa ini mereka belum dijerat secara hukum, akan tetapi keresahannya dapat dirasakan khususnya terkait dengan hubungan sosial antar golongan. Bentuk gerakan mereka pun sedemikian tersistematis dibalik berbagai aksi demonstrasi yang nampak di permukaan.

 

Hadirnya sosok capres yang didaulat rakyat atas Ganjar Pranowo, walau belum satu pun partai politik yang secara resmi mengumumkan namanya selaku kandidat resmi, terlihat nyata telah menjaga jarak terhadap kelompok perusak bangsa tersebut. Berbagai peristiwa dalam rapat-rapat resmi yang disampaikannya secara jelas menampakkan siapa dan apa yang akan dilakukannya saat ini. Tentu saja cara itu dianggap publik menjadi investasi moral atas wujud perlawanan dari anak bangsa yang menolak ideologi asing datang ke bumi pertiwi. Maka tak heran jika berbagai lembaga survey pun menempatkannya sebagai capres dengan elektoral tertinggi yang mengungguli para pesaingnya.

 

Masalahnya PDIP bukanlah partai yang mendominasi perolehan elektabilitas hingga 51% pada pemilu 2019 lalu, dan diproyeksikan tidak akan melebihi dari 25% pencapaiannya pada 2024 yang akan datang. Jika rakyat memaksakannya sebagai pemain tunggal, maka ada kemungkinan Ganjar Pranowo akan sulit memenangkan pilpres tersebut, oleh karena partai lain yang ikut mencalonkan capres dan cawapresnya, sehingga kubu nasionalisme akan menjadi terbelah dan ini membahayakan kita semua. Maka KIB dan Koalisi Gerindra+PKB harus dirangkul sekaligus mendapatkan hak yang sama terhadap koalisi tak langsung yang dibangun. Artinya, bahwa pihak yang akan berunding hanya perwakilan dari para koalisi antara PDIP+ wakil KIB+ wakil Gerindra dan PKB.

 

Sehingga pembagian kewenangannya menjadi seimbang. Termasuk siapa yang akan menentukan capres dan cawapres dari koalisi tak langsung ini yang tentu saja melandasi keinginan mereka berdasarkan kehendak rakyat yang disampaikan melalui partainya masing-masing. Jika pada era sebelumnya, siapa yang banyak kursi langsung memiliki hak atas capres, dan yang memiliki perolehan dibawahnya hanya mendapat jatah wapres, namun sekarang keputusan akan diambil berdasarkan perundingan dari 3 faksi tersebut yang memenuhi syarat ambang batas dari ketentuan capres KPU. Konstelasi mereka pun menjadi seimbang, sebab semua pesertanya memiliki kekuatan yang sama dan berimbang.

 

Maka jika terjadi deadlock, kemungkinan terburuk mereka akan mendaftarkan capresnya masing-masing meskipun harus menelan kekalahan pada akhirnya. Tentu saja ini menjadi ancaman bagi kubu nasionalisme yang berhadapan dengan kelompok intoleransi yang hampir seluruhnya didukung oleh stasiun televisi nasional. Oleh karenanya, para peserta koalisi tersebut harus menghitung bagaimana agar pemilu dapat meraih suara yang tetap meningkat dalam kaitannya terhadap kuota legislatif nasional yang diharapkan menambah jumlah kursi di DPR RI, serta dibalik itu, bagaimana agar mereka pun masuk kedalam gerbong eksekutif untuk ikut berkontribusi pada kewenangan eksekutif nantinya,

 

Maka jangan heran jika saat ini, partai Perindo mengusik publik, dimana mereka akan mendukung Anis Baswedan, yang langsung direspon hati-hati oleh pernyataan presiden JKW kepada Hary Tanoesoedibjo, artinya Perindo ingin agar partainya ikut dilirik untuk masuk kedalam jaringan koalisi tak langsung yang dianggap berpeluang besar dalam memenangkan kontestasi pilpres 2024 yang akan datang. Sebab disinyalir tidak ada lagi peserta partai susulan yang ditampung untuk ikut bergabung pasca kemenangan pilpres 2024 nantinya.

 

Kita pun harus cermat dalam mengamati bahwa dipanggilnya Ganjar Pranowo kemarin ke istana oleh jokowi, dari pemberitaan media yang beredar, ternyata disana pun terdapat Guntur Soekarno Putra, yang tentu saja ini mengkonfirmasi adanya pembekalan dari trah Soekarno yang di sampaikan melalui beliau sebagai sebelum rekomendasi diturunkan kepada Ganjar Pranowo agar istiqomah dalam menjalankan amanat yang akan diembankan kepadanya. Baru kemudian diduga Megawati akan memberikan rekomendasi Capres dari PDIP sebagai wujud penerimaan mandat atas haluan pemikiran, ucapan dan tindakan dari apa yang menjadi dipercayakan dapat dilaksanakan.

 

Hasil survey IndoStrategi Research and Consulting merilis tentang simulasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dari tokoh-tokoh potensial yang akan maju di Pilpres 2024. Hasil survei menunjukkan simulasi pasangan calon Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo akan memperoleh dukungan 60,3% responden. Survey ini diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober-5 November 2022. Simulasi ini tentu saja baru permulaan, sebab jika pasangan Capres dan Cawapresnya dibalik, dimana Ganjar sebagai Presiden dan Prabowo sebagai Wapresnya, tentu saja rakyat akan lebih menyambutnya dengan senang hati sebab ada faktor yang layak diperhitungkan. Maka jika survey ini dikemas ulang sebagaimana diatas, pasangan ini diharapkan memperoleh sedikitnya 70%, pada survey Ganjar Pranowo sebagai calon Presiden dan Prabowo Wapresnya.

 

Sehingga Negara akan dirasakan aman, dimana kemauan rakyat tetap diakomodir, serta koalisi tak langsung pun tetap dapat terbentuk, dimana Partai Politik pun lebih Nyaman dibalik kepemimpinan Nasional yang menjamin Negara ini akan menjadi tentram dan damai serta berani menghadapi gempuran negara tetangga termasuk kaitannya terhadap tekanan internasional. Keinginan rakyat agar Prabowo Subianto lebih tepat sebagai calon Wakil Presiden, selain kebutuhan bangsa Indonesia, beliau pun sudah tidak muda lagi. Sehingga Ganjar Pranowo lebih dirasakan Mobile dan enerjik untuk melakukan berbagai aktifitas kepresidenannya ke penjuru wilayah tanah air dengan frekuensinya yang tinggi agar beliau hadir dimana pun dibutuhkan guna memastikan bahwa segala pembangunan berjalan sesuai dengan rencananya.

Penulis: Andi Salim

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *