Curahan Sahat Maruli Sinaga Seorang Supir Yang Tidak Mempunyai Orang Tua

Sumut518 Dilihat

Labuhanbatu, Banuaminang.co.id Pasca kejadian penganiayaan yang dialaminya, Mahmul Akmal selaku korban sudah melaporkannya ke Polres Labuhanbatu pada hari Senin tahun lalu, 26 Desember 2022 sekira pukul 16.00 Wib. Sebagaimana yang tertuang dalam dokumen Surat Tanda Terima Laporan Polisi dengan nomor : STTLP/1845/XII/2022/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDASU.

 

Sahat Maruli Sinaga melihat pemberitaan dari salah satu media Curhat Saudara Mahmul Akmal di Media.

 

Kronologis kejadian sebenarnya di TKP Sahat Maruli Sinaga Seorang Supir Yang Tidak Mempunyai Orang Tua menyatakan ke awak media “Tidak ada hujan tidak angin mobil di lintangkan di tengah jalan umum, dan saya di laporkan sebagai tersangka penganiayaan!!”

 

Ketika kami menengur kepada yang punya mobil atas nama Makmul Akmal, untuk di geserkan mobilnya supaya kami lewat, yang menengur adik saya atas nama Bornok.

 

Teguran adik saya Bornok mengatakan kepada Mahmul Akmal tidak terima langsung si Mahmul Akmal mendorong adik saya sampai jatuh, disaat saya melihat adik saya jatuh saya langsung saya menghampiri dan mendorong si Mahmul Akmal.

 

Ketika terjadi keributan tersebut supir yang lain dan masyarakat umum menghampiri, tiba tiba Mahmul Akmal melarikan diri dan meminjam sepeda motor untuk melarikan diri.

 

Disaat peristiwa itu saya di tuduh sebagai tersangka penganiayaan kepada Mahmul Akmal, dalam kronologis sebenarnya tidak ada penganiayaan kepada dirinya.

 

Saya di peras untuk perdamaian sebesar Rp.250juta bang, supaya persoalan tersebut selesai. Darimana saya dapatkan uang tersebut bang, saya sendiri orang susah bang dan orang tua saya tidak ada lagi, ujarnya sambil meneteskan air mata.

 

Saya bersumpah bang kejadian tersebut tidak ada penganiayaan, saudara Mahmul Akmal dalam kejadian tersebut melarikan diri dari kejadian tersebut.

 

Saya bertanya kepada Abang, apakah bisa saya itu sebagai tersangka penganiayaan. Yang membuat masalah itu Mahmul Akmal, dia melintangkan mobilnya di tengah jalan umum, dan kami tidak bisa lewat.

 

Dan kami suruh untuk menggeser mobilnya agar kami bisa lewat, ternyata saudara Mahmul Akmal tidak terima atas teguran kami, dia langsung marah marah kepada kami “adikku”.

 

Dalam masalah tersebut saya perhatikan ada pemerasan kepada dengan angka sebesar Rp.250juta supaya masalah tersebut selesai.

 

Dalam kejadian tersebut saya meminta pedampingan kepada tulang sayang Beriman Panjaitan,SH. Ketika saya ceritakan semua kronologis tersebut ke tulang saya Beriman Panjaitan, SH.

 

Tulang saya Beriman Panjaitan SH mengatakan, saya siap mendampingi bereku tanpa imbalan atas kasus bereku, ketika tulang berkata tersebut, saya langsung menangis, langsung saya katakan kepada tulang saya, “Terima Tulang!!”.

 

Disaat awak media mengkonfirmasi kepada Beriman Panjaitan SH, mengatakan “Saya siap mendampingi bere saya Sahat Maruli Sinaga!!” Tegasnya Beriman Panjaitan SH.

 

Bahwa kejadian tersebut tidak ada penganiayaan bahwa pelapor sebenarnya yang mencari masalah atas Mahmul Akmal, pungkasnya Beriman Panjaitan SH.

 

Redaksi/Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *