BPNT Desa Bawang Punduh Pidada Jadi Ajang Bisnis, KPM: Keluhkan Bantuan Beras Tidak Layak Konsumsi – BANUAMINANG.CO.ID

Pesawaran, Banuaminang.co.id ~~
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT Desa Bawang Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran, keluhkan bantuan beras tidak layak konsumsi yang di distribusikan oleh agen e warung kepada keluarga penerima manfaat,
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sering kali menjadi polemik dimasyarakat, dimana program tersebut melibatkan banyak oknum yang berkepentingan untuk meraup keuntungan pribadi, Rabu 19/01/2022.

Program Bantuan Pangan Non Tunai yang disalurkan pemerintah melalui kementerian sosial Kepada Keluarga penerima manfaat KPM, kerap menjadi pemanfaatan pihak ketiga (Supplier). Sehingga masyarakat tidak dapat berbuat apa-apa seperti dibungkam, pasalnya setiap penyaluran masyarakat hanya mendapatkan informasi dari pihak e warung didesanya, dari penggesekan kartu sampai penerimaan.

Hasil investigasi awak media di lapangan menemukan fakta keterangan dari (KPM) warga Desa Bawang kecamatan Punduh Pedada, dirinya menyebutkan,

“komuditi yang disalurkan pihak supplier kepada masyarakat melalui e warung, sangat mengecewakan kami selaku (KPM), dimana beras yang kami terima mutu dan kualitasnya sangat buruk, dan tidak layak dikonsumsi bagi kami, karena rasa dan nasinya ketika di masak menjadi megar dan rasanya gak enak di makan, dan juga berbau apek sangat melekat .” terangnya.

Beras yang diterima Keluarga Penerima Manfaat

Ditempat terpisah KPM berinisial A,39 th warga Desa Bawang Induk, juga merasakan hal yang sama terkait BPNT yang mereka terima,

“Komonditi berupa beras, bewarna kuning dan ketika dimasak nasinya megar dan tidak enak di makan, padahal mereknya Rojo Lele, dan setahu saya Rojo Lele ini berasnya Bagus, pulen, enak dimakan ternyata ini beras merek Rojo Lele palsu, ya kita mau gimana lagi,” ucapnya.

KPM berinisial RH, warga dusun Mulyosari Desa Bawang juga membenarkan keluhan-keluhan KPM-KPM tersebut,

“Bahwa saya juga salah satu KPM BPNT yang mendapatkan Beras bermutu rendah, bau apek dan perak alias megar, ngak enak di makan. Yang jelas kami selaku KPM sangat kecewa dengan barang sembako yang seperti begini parahnya pak,” ujarnya. Kami ini manusia kok di beri bantuan berasnya tidak layak konsumsi, bukankah bantuan-bantuan tersebut bersumber dari pajak-pajak kami yang mengalir di desa-desa kami.? Dan perlu di ketahui, beras di Lampung ini yang kami ketahui dengan merek Rojo Lele beras tersebut berkualitas, ini sebaliknya karungnya merek Rojo Lele isinya beras Bulog, bukankah ini yang namanya pembohongan publik,? Keluhnya.Karlina 37 tahun warga Desa Bawang sekaligus e warung di desanya membenarkan adanya penyaluran BPNT yang disuplai oleh PT SMS itu. Berasnya tidak bagus, kalo dimasak Nasinya berwarna kuning, megar juga.

Nasi yang berasal dari beras PKM yang dikabarkan kuning dan megar oleh PKM

Ya..kalau saya kan selaku e warung barang datang dari supplier terus saya bagikan ke masyarakat, terkait bagus tidaknya kami tidak tau, kilahnya.

KPM BPNT Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran berharap, “kepada dinas sosial kabupaten pesawaran agar dapat menindak lanjuti keluhan KPM di desa dan kecamatan kami, dan kami sangat berharap kepada kementerian sosial RI agar dapat sidak langsung kelokasi di daerah daerah kami, sehingga kami KPM BPNT menerima hak-hak kami sesuai aturan yang berlaku dalam program BPNT tersebut. (rilis)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.